Mail Server di Windows Server 2012

photodune-2392898-server-m

Yo, what’s up?? kembali lagi, hari ini saya akan membahas mail server di windows server 2012. Sebelumnya saya akan membahas dulu apa itu mail server.  Mail Server adalah server yang memungkinkan pengguna (user) untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik atau e-mail satu sama lain dalam satu jaringan atau dengan internet. layanan ini menggunakan arsitektur client-server, artinya ada aplikasi client mengakses server email. Mau tau caranya gimana? check this out!!

Tujuan Dasar :

  • Agar para pembaca dapat memahami Mail Server
  • Agar para pembaca dapat mempraktikkan Mail Server
  • Agar para pembaca dapat membuat Mail Server

Konsep Dasar :

Mail Server adalah server yang memungkinkan pengguna (user) untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik atau e-mail satu sama lain dalam stu jaringan atau dengan internet. layanan ini menggunakan arsitektur client-server, Artinya ada aplikasi client mengakses server email.


Konfigurasi

1. Pertama, install terlebih dahulu DNS Server beserta Web Server (IIS).

Screenshot_1

2. Kemudian install telnet client.

Screenshot_2

3. Kemudian pilih beberapa yang berada pada management tools.

Screenshot_3

4. Setelah semua sudah terinstall tambahkan beberapa domain pada server seperti “www” dan “mail”. Apabila tidak ada zone yang terbentuk, klik kanan pada Forward Lookup Zone.

Screenshot_5.png

5. Daftarkan IP address pada fisik server dengan IP public.

Screenshot_4

6. Setelah itu, coba ping domain yang telah dibuat sebelum nya apakah sudah tersambung atau belum.

Screenshot_6

7. Jika kalian kesulitan dalam menginstall NetFramework 3.5, langkah pertama masukkan disk Windows Server 2012 yang sebelumnya digunakan untuk menginstall. Setelah itu, ketahuilah lokasi format Disk tersebut. Apakah di E:\ atau D:\. setelah melakukan beberapa langkah tersebut, jalankan cmd kemudian masukkan perintah “dism /online /enable-feature /featurename:NetFX3 /all/Sources:(lokasi disk):\sources\sxs /LimitAccess“. Setelah itu tekan enter, dan akan muncul notif.

Screenshot_7

8. Baru kalian dapat menginstall NetFramework3.5 dengan aman dan selamat.

Screenshot_8

9. Tentukan sumber file netframework tersebut.

Screenshot_9

10. Kemudian install, hingga selesai.

Screenshot_10


Install WampServer

  1. Jalankan File WampServer yang sudah terdownload oleh kalian. Jika kalian belum ada file tersebut kalian dapat download file tersebut disini.

Screenshot_1.png

2. Pilih agreement untuk melanjutkan tahap instalasi berikutnya.

Screenshot_2.png

3. Pilih lokasi untuk tempat instalasi dari wamp server. secara default, akan terinstal di partisi C:\

Screenshot_3.png

4. Centangkan pada pilihan yang akan dipilih. apakah dipasang di beranda dekstop atau di start menu.

Screenshot_4.png

5. Kemudian, langkah instalasi tersebut akan di analisis kembali apakah sudah benar atau belum. Jika sudah benar, maka proses instalasi akan dimulai dengan menekan tombol install.

Screenshot_5.png

6. Tunggu hingga proses instalasi wampserver selesai.

Screenshot_6.png

7. Ketika pada langkah akhir, akan muncul pemilihan web browser sebagai akses kedalam php, mysql pada mail server. Secara default, menggunakan web browser Internet Explore (IE).

Screenshot_7.png

8. Kemudian, akan muncul peringatan “MSVCR100.dll is missing”. Sebenarnya, itu hanya Microsoft Visual C++ 2010 belum terinstall untuk menjalankan sebuah projek virtualisasi. Maka dalam Mail Server, hal ini dapat di abaikan.

Screenshot_8.png

9. Kemudian, akan diminta PHP Mail untuk dapat mengakses Mail Server secara default pada wampserver tersebut. Gunakan SMTP dan Email yang sudah default.

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) adalah suatu protokol yang digunakan untuk mengirimkan sebuah email antar server. 

Screenshot_9.png

10. Jika sudah, klik finish untuk dapat menjalankan wampserver tersebut.


 

Hmail Server

1. Siapkan software Hmail  Server untuk di install. Jika kalian belum memiliki nya, silakan kalian download disini.

Screenshot_1.png

2. Pilih agreement untuk melanjutkan langkah instalasi berikutnya.

Screenshot_2.png

3. Pilih lokasi file instalasi untuk menempatkan file HmailServer tersebut. Secara default, akan diarahkan ke partisi sistem di C:\

Screenshot_3.png

4. Pilih komponen untuk bentuk kinerja dari HmailServer tersebut. Apakah dia bekerja sebagai server atau client.

Screenshot_4.png

5. Kemudian pilih database server yang akan di gunakan. Yang saya gunakan adalah database eksternal

Screenshot_5.png

6. Kemudian, buatlah password untuk keamanan pada akun mail server yang akan di buat pada HmailServer.

Screenshot_7.png

7. Lalu, HmailServer akan menganalisi kembali untuk tidak terjadi kesalahan pada proses instalasi, apakah sudah benar lokasi Hmail tersebut untuk terinstal atau belum.

Screenshot_8.png

8. Tunggu proses instalasi berjalan, hingga muncul permintaan password seperti ini.

Screenshot_9.png

9. Pada Proses ini, kalian akan masuk kedalam menu Hmail Database Setup.

Screenshot_10.png

10. Pada proses selanjutnya, pilih Create a new HmailServer Database jikalau belum ada database yang sudah terbentuk secara default.

Screenshot_11.png

11. Kemudian, pilih tipe server database yang akan digunakan. Untuk kali ini, yang akan digunakan sebagai MailServer adalah MySQL.

Screenshot_12.png

12. Masukan Server address default 127.0.0.1 dengan name database default hmailserverdb dengan username root. dengan cara ini, kalian dapat mengakses koneksi server mail pada windows 2012.

Screenshot_13.png

13. Kemudian pilih dependensis mail server yang akan digunakan. pilih wampmysqld64 yang sudah terinstal sebelumnya.

Screenshot_14.png

14. Pada langkah ini, secara default belum ada file library libmysql.dll pada HmailServer pada saat proses instalasi HmailServer sebelum nya. maka dari itu, download terlebih dahulu, kemudian letakan di C:\Program Files (x86)\HmailSever\Bin.

Screenshot_16

15. Maka proses HmailServer Database Setup sudah selesai.

 Screenshot_17

16. Kemudian, masuk kedalam HmailServer Administrator. Masukan password untuk dapat mengakses. Kemudian, bentuk lah domain pada HmailServer untuk dapat mengirim dan menerima email.

Screenshot_18

17. Masukkan domain yang sudah terinstall pada langkah pertama sebelumnya.

 Screenshot_19

18. Buatlah akun email yang akan digunakan sebagai penerima dan pengirim email.

Screenshot_20

19. Pada protokol SMTP, di bagian RFC aktifkan allow plain text authentication.

Screenshot_21

20. Kemudian, pada auto-ban, non-aktifkan akses auto-ban pada HmailServer.

 Screenshot_22

21. Lalu pada IP ranges, dibagian MyComputer, non-aktifkan request SMTP pada bagian eksternal ke eksternal.

Screenshot_23

22. Untuk yang Internet, non-aktifkan pada bagian lokal ke lokal, lokal ke eksternal, eksternal ke eksternal.

Screenshot_24

23. Kemudian, pada bagian MX-query, pastikan email address server default tersambung kedalam HmailServer dengan cara memasukan mailserver kemudian resolve email tersebut hingga muncul IP Address.

Screenshot_25


Pengiriman Email Menggunakan Telnet

1. Jalankan Powershell pada Windows server 2012 R2. Masukan perintah berikut, dengan port 25. untuk pada bagian port 25,  SMTP akan bekerja sebagai standar transisi internet.

Screenshot_26

2. Kemudian, untuk dapat melakukan pengiriman mail ke penerima, lakukan langkah berikut untuk dapat mengirim surat elektronik.

Screenshot_27

3. Sebagai penerima surat elektronik, untuk melihat apakah sudah masuk atau tidak nya sebuah email, kita perlu mengakses telnet terlebih dahulu dengan port 110. POP3 disini, berfungsi sebagai protokol untuk mengakses mail box.

Screenshot_28

4. Untuk dapat melihat isi dari pesan yang sebelumnya terkirim, lakukan langkah berikut.

Screenshot_29


Mengirim Email Menggunakan ThunderBird

1. Siapkan software thunderbird untuk di install. Jika kalian belum memiliki software tersebut kalian dapat download file tersebut disini.

Screenshot_1

2. Pilih tipe setup yang akan dijalankan.

Screenshot_2

3. ThunderBird akan terinstal secara default di partisi sistem C:\

Screenshot_3

4. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

Screenshot_4

5. Jika sudah terinstal, akan muncul pop up seperti ini. Pilih bagian skip and use existing email.

Screenshot_5

6. Masukan username, email, dan password yang sudah terinstal pada hmail sebelumnya.

Screenshot_6

7. Jika sudah tersambung dan dapat akses dari mail server, maka aktivitasi kirim mengirim email sudah dapat dilakukan dengan akun yang sudah dibentuk.

Screenshot_7

8. Sebelum memulai aktivitas, akan terjadi pengamanan enkripsi pada mail yang sudah dibentuk. Cukup klik pada kotak dan lanjutkan dengan continue.

Screenshot_8

9. Sekarang, kita coba mengirim pesan untuk kita sendiri.

Screenshot_9

10. Lalu, cek pada bagian inbox. apakah sudah menerima pesan sebelumnya atau belum.

Screenshot_10

11. Sekarang, kita akan memasukan akun kedua dengan mendaftarkan nya.

Screenshot_11

Screenshot_12

12. Setelah itu, lakukan langkah sebelumnya untuk mendaftarkan akun baru.

Screenshot_13

13. Jika sudah dapat akses, selesaikan dengan klik tombol done.

Screenshot_14

14. Seperti sebelumnya, klik pada kotak “I understand the risks” untuk melanjutkan tahap mengirim dan menerima email.

Screenshot_15

15. Sekarang kita coba mengirim pesan.

Screenshot_16

16. Dan berikut hasil pengiriman pesan tersebut.

Screenshot_17


 

Kesimpulan

Dengan adanya ilmu pengetahuan, mail server dapat dibentuk dengan mudah yang digunakan sebagai alat pengirim pesan elektronik antar server. Dengan beberapa aplikasi yang sudah mendukung, mail server tidak lah susah untuk diakses.


 

Sekian dulu, info nya, jika ada kekurangan tinggalkan komentar di kolom komentar dan berikan jempol jika kalian terbantu dengan post ini. Sekian dan………… Bye….. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s